Headlines News :
Home » » MEKANISME KERJA IPM

MEKANISME KERJA IPM

Written By PD IPM LAMONGAN on Kamis, 21 Juli 2011 | 13.59


Pengertian secara umum dari mekanisme adalah sebuah proses pelaksanaan suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh seseorang/ beberapa orang dengan menggunakan tatanan dan aturan serta adanya alur komunikasi dan pembagian tugas sesuai dengan profesionalitas. Jadi mekanisme ini ada beberapa unsur yang harus ada, yaitu tatanan, komunikasi dan professional.
1.Tatanan
Merupakan suatu pedoman dan batasan-batasan yang dilaksanakan agar kelompok/ individu yang melaksanakan kegiatan tidak melenceng dari tujuan awal, biasanya berbentuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagaimana yang dimiliki oleh IPM.
2.Komunikasi
Komunikasi adalah proses dimana individu satu dengan lainnya saling berinteraksi, baik melalui lisan, tulisan maupun tingkah laku. Dengan komunikasi inilah manusia dapat saling bertukar pikiran dan mampu bekerja sama.
3.Profesional
Seringkali kita dengan dalam bahasa lainnya adalah keahlian. Manusia memiliki keahlian masing-masing dan dengan beberapa keahlian itulah proses organisasi dapat berjalan dengan baik, karena itulah sering sekali orang menggunakan istilah kolektif kolegial sebagai cara menjalankan organisasi yang baik.

Berbicara tentang mekanisme kerja, semua organisasi memiliki mekanisme kerja yang sama, hanya saja proses penerapan yang digunakan berbeda-beda menyesuaikan dengan tujuan dan anggota dalam organisasi. IPM sebagai organisasi yang bertujuan untuk mendidik kader ditingkat pelajar tentunya memiliki mekanisme yang berbeda dengan Pemuda Muhammadiyah yang beranggotakan orang yang berusia 25 tahun keatas, dan disinilah kita mencoba untuk mempelajari proses tersebut.
Kembali kepada 3 unsur yang telah dibahas diatas, IPM menerapkan unsur-unsur tersebut dalam setiap langkah kinerjanya. Dari unsur yang pertama, sudah jelas IPM memiliki tatanan yang tertulis dalam AD/ART, Sistem Perkaderan IPM (SPI) dan banyak lagi pedoman-pedoman lainnya. Pedoman tersebut merupakan tatanan yang mutlak harus dilaksanakan, sebuah contoh adanya aturan dalam AD/ART bahwa Anggota IPM berusia antara 12-24 tahun, adanya Musyran ditingkat Ranting, Musycab di tingkat Cabang dan lain sebagainya.
Bukan hanya tatanan tersebut yang berlaku di IPM, setiap kegiatan yang sifatnya kecil sekalipun ada tatanan yang digunakan, seperti adanya proposal kegiatan dalam semua aktifitas yang dilakukukan dan kriteria calon ketua umum dalam pelaksanaan Musyran. Hal tersebut membuktikan bahwa tatanan/ aturan ini sangat penting dalam pelaksanaan organisasi.
Unsur yang kedua tidak kalah penting dengan yang pertama tadi, bahkan proses tersebut dapat dinilai dan dirasakan keberhasilannya jika unsur yang kedua ini berjalan dengan maksimal. Unsur tersebut adalah komunikasi. Dengan berlandaskan teori bahwa manusia satu dengan lainnya memiliki cara berfikir yang berbeda, kepribadian yang berbeda pula, sehingga komunikasi adalah prioritas dalam perjalanan organisasi. Tanpa adanya komunikasi manusia di dunia ini akan lemah, bahkan kemungkinan lain akan mati.
Dari proses komunikasi inilah kemudian dalam IPM ada Pimpinan Pusat, Wilayah, Daerah dan seterusnya. Contoh lainnya dalam Pimpinan Ranting harus ada ketua umum, sekretaris, bendahara dan pengurus bidang. IPM akan semakin dinilai berhasil jika hubungan antara ketua dan sekretarisnya baik, Anggota IPM dengan pembinanya juga baik, Pimpinan Cabang dengan Pimpinan Rantingnya harmonis. Dari hubungan-hubungan yang baik itulah kemudian menciptakan keselarasan dalam organisasi, menumbuhkan rasa kebersamaan dan yang tidak kalah penting lagi manumbuhkan rasa juang yang tinggi.
Dari kedua unsur diatas membuktikan bahwa keduanya merupakan unsure yang mutlak harus ada dalam mejalankan mekanisme organisasi. Satu hal lain yang tak kalah pening juga adalah professional, yaitu keahlian yang dimiliki oleh masing-masing individu berbeda, jadi dengan perbedaan tersebut mengharuskan adanya pembagian tugas yang berbeda juga. Sehingga di IPM sering kita kenal dengan Bidang-bidang yang memiliki tujuan khusus masing-masing.
Perbedaan kinerja dan profesionalitas yang dipaparkan diatas bukan berarti memecahbelah organisasi, tetapi dengan perbedaan tugas tersebut Anggota IPM akan bias mengembangkan kreatifitas dalam kinerjanya dan yang paling penting pula IPM akan semakin maju dalam semua aspek yang dikelola.

AFAN ALFIAN, Ketua PD IPM Lamongan
Share this article :

0 komentar:

LAGU - LAGU

  • AKU CINTA IPM
  • IPM BERJAYA
  • JANJI KADER
  • MARI MENGAJI
  • PELAJAR MUHAMMADIYAH
  • RENUNGAN KADER
  • SANG SURYA
  • SENANDUNG PERJUANGAN
  • SUJUD

Blog Archive

Popular Posts

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lamongan - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template